Pages

Kamis, 25 Februari 2016

sejarah rokok

Dari definisi yang saya temukan di wikipedia, di sana dikatakan, Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
       Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atauserangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).

Sejarah Awal Rokok
Rokok Pipa suku Indian
      Rokok pertama kali digunakan oleh orang-orang dari suku-suku di Amerika, seperti IndianMaya, dan Aztec. Rokok pada awalnya berupa tembakau yang dibakar dan dihisap melalui sebuah pipa. Kegiatan ini awalnya dilakukan  pada saat berkumpunya beberapa suku untuk mempererat hubungan antar suku yang berbeda. Namun selain sebagai penguat hubungan antar suku, banyak juga yang menggunakan tembakau sebagai media pengobatan. Dan suku Indian menggunakannya sebagai media ritual terhadap dewa-dewa mereka.
       Kemudian, pada abad ke-16, saatChristoper Columbus dan rombongan nya datang ke Benua Amerika, sebagian dari mereka mencoba untuk menghisap tembakau. Dan akhirnya tertarik untuk membawa budaya menghisap tembaku ini ke benua asal mereka, yaitu Benua Eropa. Setelah budaya ini dibawa ke Eropa, ada seorang diplomat Prancis yang tertarik untuk mempopulerkannya ke seluruh Eropa. Dia lah Jean Nicot, yang kemudian namanya digunakan sebagai istilah Nikotin. Kebiasaan merokok pun muncul di kalangan bangsawan Eropa. Namun tidak seperti suku indian, yang menggunakannya untuk upacara ritual, para bangsawan Eropa menggunakannya untuk kesenangan belaka.
       Kepopuleran nya yang semakin meningkat di Eropa membuat John Rolfetertarik untuk membudidayakan tembakau dengan lebih serius. John Rolfe adalah orang pertama yang berhasil menanam tembakau dalam skala besar, yang kemudian diikuti oleh perdagangan dan pengiriman tembakau dari AS ke Eropa. Secara ilmiah, buku petunjuk bertanam tembakau pertama kali diterbitkan di Inggris pada tahun 1855.
      Setelah itu, pada abad ke-17, Para pedagang dari Spanyol masuk ke Turki, yang merupakan negara Islam. Dan akhirnya kemudian kebiasaan merokok masuk ke negara-negara Islam.

sumber : http://kishi-kun.blogspot.co.id/2011/11/sejarah-awal-rokok.html

sejarah mangkuk

Mangkuk ditemukan selama penggalian arkeologi di Amerika Utara, antropolog Vincas Steponaitis mendefinisikan mangkuk dengan dimensinya, menulis bahwa diameter mangkuk yang jarang jatuh di bawah setengah tinggi dan bahwa mangkuk bersejarah dapat diklasifikasikan oleh tepi mereka, atau bibir, dan bentuk .Inggris / Amerika mangkuk sup standar memiliki mulut, pembukaan tidak termasuk sejauh mana bibir nya, dengan diameter 18,5 cm, dan harus mampu mengakomodasi setidaknya 24 ons cairan memadai.
Dalam klasik Yunani, mangkuk kecil, termasuk phiales dan Pateras, dan cangkir berbentuk mangkuk yang disebut kylices digunakan. Sejarah Pottery Kunomenjelaskan bagaimana phiales digunakan untuk persembahan dan termasuk lekukan kecil di tengah untuk mangkuk yang akan diadakan dengan jari, meskipun satu sumber menunjukkan bahwa ini digunakan untuk menahan parfum daripada anggur. Beberapa contoh Mediterania dari Zaman Perunggu Manifest rumit dekorasi dan kecanggihan desain. Misalnya jembatan menyemburkan desain kapal muncul di Minoan di Phaistos[1] Dalam tembikar Cina ada banyak mangkuk rumit dicat dan kapal-kapal lain dating ke periode Neolitik. Pada 2009, ditemukan tertua berusia 18.000 tahun. [2]

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Mangkuk

sejarah piring

Pada awalnya, orang orang pada jaman dahulu makan diatas daun atau bahkan tidak menggunakan alas. Kemudian pada abad ke 15, orang orang Eropa menggunakan kayu yang dilubangi untuk menaruh makanan. Sebelumnya mereka menggunakan roti yang dilubangi, namun roti yang dilubangi tidak dapat menahan kuah makanan dengan cukup lama. Dan akhirnya makan di atas kayu yang tengahnya dibentuk lubang melengkung menjadi sebuah kebiasan dan dianggap lebih baik. Seiring perkembangan jaman, piring kayu digantikan dengan piring seng, keramik dan melamin.

Orang Cina menemukan proses pembuatan piring makan sekitar 600 Masehi.Piring makan pada awalnya diproduksi dari bahan almunium. Pada tahun 1708 ketika potter dari Jerman di Meissen menemukan proses pembuatan piring oleh orang Cina, mereka tertarik mengabungkan keramik Eropa dalam membuat piring. Banyak keramik terbaik di dunia dikenal didirikan selama periode-Royal Saxon tahun 1710, Wedgwood tahun 1759, Royal Copenhagen pada 1775, dan Spode, didirikan pada tahun 1776 di Inggris. Melalui proses pembuatan piring dari keramik ini Bangsa eropa mulai memproduksi banyak piring dengan kualitas terbaik dan harga yang mahal.

Ketika rute perdagangan dibuka ke Cina pada abad ke-14 , benda porselen , termasuk piring makan , menjadi benda yang wajib dimiliki untuk bangsawan Eropa . Setelah Eropa juga mulai membuat porselen , raja dan royalti melanjutkan praktik tradisional mereka mengumpulkan dan menampilkan piring porselen , sekarang dibuat secara lokal , tapi porselen masih di luar kemampuan warga rata-rata .

Praktek mengumpulkan " souvenir " piring dipopulerkan pada abad ke-19 oleh Patrick Palmer - Thomas , seorang bangsawan Belanda - Inggris yang memukau penonton dengan menampilkan Victoria plat publik . Desain transfer ini fitur memperingati acara khusus atau indah locales - terutama dengan warna biru dan putih . Itu hobi yang murah, dan berbagai bentuk dan desain melayani spektrum yang luas dari kolektor . Piring pertama terbatas edisi kolektor ' Behind the Frozen Window' dikreditkan ke perusahaan Denmark Bing dan Grondahl pada tahun 1895 . Piring Natal menjadi sangat populer dengan banyak perusahaan-perusahaan Eropa memproduksi mereka terutama Royal Copenhagen pada tahun 1910 , dan seri Rosenthal terkenal yang dimulai pada tahun 1910 . Dari sinilah piring tercipta selain sebagai alat makan untuk memenuhi koleksi benda unik yang bisa disimpan oleh orang-orang.

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/52555275faca17a007000001/sejarah-piring-makan/

sejaraH SEndok

Sendok adalah alat makan yang berbentuk Oval / Bulat Lonjong dan gagangnya yang panjang. Di Indonesia Sendok jelas dipakai di tangan Kanan, kalau di tangan kiri, namanya Saru, Ra Ilok, Mangane Koyo Setan, tapi kalau emang tangan kanannya sudah "menghilang" ya sudah, pakai tangan kiri, lalu berdoa sebelum - sesudah makan. Tangan kanan untuk memegang sendok untuk mengambil makanan di mangkok atau piring lalu menyuapkannya ke mulut, anda juga bisa memegang sendok seperti seolah-olah itu mainan pesawat/roket yang akan menuju ke mulut anda. Sedangkan Garpu untuk tangan kiri untuk membantu si tangan kanan buat nyegat untuk mbelah ini atau itu, tetapi garpu juga bisa dipakai di tangan kanan, misal anda sedang makan Mie Ayam, orang yang jual Mie itu cuma ngasihin Sumpit, tetapi anda tidak bisa pakai sumpit saat makan, ya sudah minta sama Orang yang jual Mie Ayamnya. Ups, maap malah nyasar sampe ke Mie Ayam, oke langsung to the point aja dah.

Katanya Sendok sudah dipakai sejak zaman Paleolitikum, apa itu zaman Paleolitikum? Paleolitikum itu zaman batu tua, zaman yang masih ada Manusia Purbanya, namun bentuknya dan bahan yang digunakan jelas tidak seperti sendok sekarang. Pada masa itu sendok terbuat dari Kulit kerang, Kulit kayu, atau dari daun-daunan. Sendok tersebut mereka gunakan untuk menciduk air atau makan makanan yang berkuah. Oleh karena bahan sendok yang terbuat dari berbagai macam bahan maka sebutan untuk sendok-pun bermacam-macam, tergantung dari bahan apa sendok tersebut dibuat.

Dalam Bahasa Yunani dan Bahasa Latin sendok disebut dengan “Cochlea” berarti “Kulit Kerang berbentuk Spiral”. Selain Yunani,masyarakat Anglo-Saxon, mereka menyebut sendok dengan istilah “Spon” berarti “Serpihan / Potongan kayu”. Istilah Spon inilah yang lalu dikenal oleh bangsa Eropa dan bangsa-bangsa lainnya yang dalam bahasa Inggris “Spoon”. Pada perkembangan selanjutnya sendok tidak cuma dibuat dari bahan- bahan sederhana seperti kerang ataupun kayu, tetapi sendok dapat dibuat dari bahan Tulang, Tanduk, Keramik, Porselen, Kristal, karena adannya penemuan bahan logam maka bahan pembuatan sendok-pun bergeser menjadi terbuat dari logam yang seperti Besi, campuran timah dengan gading, Perak bisa juga dari Emas WOW, dijual mantep tuh.

Pada Zaman dahulu bentuk dari sendok ini tidak sama dengan bentuk sendok yang sekarang ini, bahkan bentuk sendok Zaman dahulu kebanyakan berbentuk tidak aneh. Katanya bangsa pertama yang menjadi pelopor dan pencipta sendok desain yang sekarang, yaitu Bangsa Romawi. Ada 2 jenis sendok yang mereka buat yaitu "Ligula" inget! bukan "Liga/League", dengan ujung yang bulat seperti mangkok dengan pegangan beraneka ragam bentuk, Ligula ini biasa mereka gunakan untuk makan makanan kayak sup atau makanan berkuah. Kedua adalah yang disebut "Cochleare" bukan "Chocolate", bentuknya kecil dengan ujung bulat dengan pegangan yang ramping. Cochleare biasa mereka gunakan untuk makan kerang dan telur. Lalu pasangannya Sendok, Si Garpu, menurut catatan sejarah, bahwa peralatan seperti garpu ini telah digunakan oleh masyarakat di Timur Tengah sejak 1000 tahun sebelum Masehi. Lalu saat itu disebutkan bahwa bentuk dari garpu ini bercabang lima. Di Timur tengah Pada Abad ke-7 garpu digunakan pada acara-acara kenegaraan.  Di awal abad ke-16 garpu mulai masuk ke Italia hingga pada perkembangan selanjutnya garpu masuk ke Perancis dibawa oleh Catherine dan Medicis yang menikah dengan King Henry II pada tahun 1533. sedangkan di Inggris garpu mulai dikenal pada awal-awal abad ke-XVII. 


King Henry & Ratu Catherine (sketsa)

Perkembangan Garpu sangat lambat dan bahkan garpu dianggap sebagai barang berharga daripada sebagai alat makan. Karena hal inilah garpu lebih banyak disimpan dan dipamerkan sebagai barang kebanggaan. Inggris yang terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi tatakrama, menganggap garpu bukanlah sebagai alat makan yang penting dan bahkan kalangan bangsawan disana memakai garpu hanya sekali saja sebagai ajang pamer kekayaan, karena garpu tersebut terbuat dari emas dan menjadi barang yang mewah dan berharga. 

Garpu hanya dipakai pada jamuan-jamuan istimewa saja untuk menghormati para tamu kerajaan. Bentuk pertama dari garpu hanya mempunyai dua cabang dan agak lebar, ini didesain untuk memastikan daging tidak jatuh saat dipotong namun tentu saja menyulitkan apabila daging atau makanan yang dipotong berukuran kecil. Oleh karena itulah model lama ini kemudian di desain ulang dan disempurnakan dengan menambah cabang menjadi empat, garpu dengan cabang empat ini mulai diperkenalkan pada sekitar akhir abad ke-17. Sekitar abad ke-19, mulai dilakukan proses pelapisan sendok yang terbuat dari nikel dan tembaga umum. Di abad ke-XX, tepatnya 1920, perangkat makan anti karat mulai dikenal dan banyak digunakan. Hingga pada perkembangannya kemudian Sendok dapat terbuat dari berbagai material. Yang paling umum adalah logam, Ada juga sendok yang terbuat dari plastik, umumnya dirancang agar dapat digunakan sekali dan kemudian dibuang. Bahkan kemudian sendok ini berkembang sesuai dengan fungsinya hingga banyak sekali berbagai macam sendok yang diproduksi sesuai dengan fungsinya, kayak sendok teh, sendok kue, sendok mainan dll, juga ada macam-macam garpu, seperti garpu steak, garpu kue dll.

sumber: http://erlangsaurus.blogspot.co.id/2015/05/sejarah-sendok-garpu.html

sejarah sumpit

Asal mula ditemukannya sumpit, konon berasal dari seorang kakek beranama Jiang Zi Ya yang hidup bersama istrinya dalam kemiskinan.
Sumpit adalah bagian dari kebudayaan Tionghua yang sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Ahulu, alat bantu untuk makan ini disebut sebagai “zhu”. Namun menurut penghuni perahu selatan, kata “zhu” ini dianggap sebagai sesuatu yang tak menguntungkan karena “zhu” terdengar seperti “berhenti”, yang menyarankan agar kapal-kapal tak bergerak. Karena hal inilah akhirnya “zhu” diganti dengan pengucapan “kuai zi”. “Kuai” sendiri memiliki bunyi yang sama dengan kuai (cepat) yang berarti kapal yang berlayar cepat.
Menurut literature sejarah yang dimiliki China town, bentuk sumpit dahulu berupa batang bamboo dan ranting kayu yang digunakan untuk memungut makanan. Memasuki abad ke-8 Masehi, sumpit sudah menjadi peralatan makan yang umum bagi suku Uighur yang tinggal di wilayah Stepa, Mongolia. Setelah abad ke-14, pada masa dinasti Ming dan Qing, sumpti sudah menjadi barang terkenal melebihi sendok.
Konon, asal mula ditemukannya sumpit sendiri berasal dari seorang kakek bernama Jiang Zi Ya yang hidup bersama istrinya dalam kemiskinan. Sang istri menaruh dendam kepada suaminya karena dia harus terseret dalam kehidupan sulit dan serba kekurangan. Singkat cerita, si istri kemudian berniat meracuni suaminya melalui makanan. Saat si kakek akan memakannya, seekor burung tiba-tiba mematuk tangannya dan menuntunnya ke hutan bamboo. Di hutan bamboo itulah si burung berbicara kepada si kakek, “Jangan pakai tanganmu untuk mengambil makanan. Gunakanlah tumbuhan ini.”
Setelah itu, si kakek kemduian mengambil makanan beracun dengan batang bamboo. Saat menyentuh makanan tersebut, batang bamboo itu mengeluarkan asap hijau. Sejak saat itulah Jing Zi Ya mengerti bahwa batang bamboo bisa menguji racun dan memanfaatkannya sebagai alat bantu makannya. Para tetangganya kemudian mengikuti contoh tersebut hingga kebiasaan ini terus turun temurun dari generasi ke generasi.
Selain sebagai alat bantu makan, di Tiongkok sumpit juga memiliki arti yang lebih. Sumpit bisa menunjukkan status social seseorang. Orang-orang kaya pada zamn dulu memakai sumpit dari gading dan emas. Keluarga kerajaan menggunakan sumpit dari perak yang bisa mendeteksi racun pada makanan untuk mencegah pembunuhan.
Pada masa pemerintahan Kaisar Xuan Zong di dinasti Tang, Perdana Menteri Song Jing selalu menghadiahkan sepasang sumpit pada pegawainya agar karakter pegawai tersebut lurs seperti sepasang sumpit.
Penggunaan sumpit sebagai peralatan makan utama, khususnya masakan Timur, semakin popular dari abad ke abad. Tak heran jika akhirnya semakin banyak sumpti bernilai seni yang dibuat. Sumpit-sumpit ini biasanya dihiasi dengna lukisan bunga, burung, serangga, ikan, naga, phoenix, unicorn, dan kepala singa. Kadang logam mulia atau batu berharga seperti giok dan mutiara jgua digunakan untuk menghiasi sumpit tersebut.

sumber : http://asal-usul-sumpit.blogspot.co.id/

sejarah setrika

Kalian tahu setrika kan, teman2ku?Tentu tahu lah, masa engga. Terus kalian tahu ga, alat yang sering kalian pakai untuk merapikan baju itu, sudah sejak kapan ada di bumi ini?
Setrika dipercaya sudah digunakan oleh bangsa yunani sejak tahun 400 sebelum masehi. Bahkan bangsa romawi diduga sudah menggunakan setrika yang bentuknya sudah menyerupai setrika yang modern seperti saat ini. Berdasarkan catatan lainnya juga, bangsa china sudah menggunakan setrika logam yang berisikan bara api sebagai pemanasnya pada tahun 1 sebelum masehi. 
Untuk setrika zaman modern, kalian bisa melihatnya seperti setrika yang kalian punyai teman2. Penemu setrika zaman dahulu belum bisa diektahu penemunya karena kurangnya catatan – catatan sejarah tetapi untuk penemu setrika modern banyak orang – orang yang percaya bahwa Henry W. Seely adalah penemu setrika listrik.pertama, yaitu pada tahun 1882. Namun setrika listrik buatannya itu masih mempunyai banyak kelemahan, yaitu lama untuk panas tapi cepat untuk dingin, oleh sebab itulah banyak peneliti – peneliti yang mencoba untuk mencoba menyempurnakan sterika listrik nya. Adapun orang – orang yang mencoba menyempurnakan sterika Henry W. Seely yaitu Crompton pada tahun 1892 dan Earl Richardson pada tahun 1926. Crompton bersama rekan – rekannya berhasil  menjadikan strika listrik mempunyai pegangan sedangkan Earl Richardson bersama temannya Joseph Meyers melakukan penyempurnaan terhadap setrika listrik, sehingga ditemuka setrika uap.

sumber : https://izmauzumaky.wordpress.com/2012/11/02/mengenal-sejarah-setrika/

sejarah tissue

Toilet paper, atau tissue WC, telah digunakan di China sejak abad keempat belas dan dibuat dalam ukuran 2×3 inci. Di tempat lain, dan di China sebelum masa itu, manusia menggunakan apapun yang disediakan oleh alam untuk membantu urusan buang air. Daun, kulit kerang, dan kulit jagung telah menjadi pilihan yang lazim. Orang Romawi menggunakan spons yang dipasang pada ujung sebuah tongkat dan direndam di air garam. Dan di beberapa kebudayaan tangan kiri memiliki tugas membersihkan daerah pembuangan, dan pada kebudayaan tersebut tangan kiri masih mendapatkan stigma sebagai sesuatu yang kurang baik hingga masa kini.
Hingga akhir abad ke-19, orang Amerika memilih menggunakan bahan bacaan yang sudah akan dibuang. Tidak jelas juga apakah ini menjadi alasan kenapa hingga kini orang Amerika sering membawa bahan bacaan ke toilet, atau mereka sekedar mengharapkan mendapat pencerahan saat membaca di toilet.
Kertas tissue toilet dengan bentuknya sekarang pertama kali muncul pada tahun 1857, dibuat oleh Joseph Gayetty. Pada tahun 1879, Scott Paper Company didirikan oleh kakak beradik Edward dan Clarence Scott. Mereka menjual tissue WC dalam gulungan tanpa perforasi. Pada tahun 1885, gulungan tisu WC dengan perforasi dijual oleh Albany Perforated Wrapping Paper CompanyVirtual Toilet Paper Museum melaporkan bahwa kehabisan stok tissue WC pertama kali di Amerika Serikat terjadi pada tahun 1973.
Penggunaan Tissue dan Masalah Lingkungan
Sadarkah kita bahwa penggunaan tissue yang berlebihan ikut mendukung kerusakan hutan? Misalnya, dalam 1 pack terdapat 20 lembar tissue. Dan, ternyata dari 1 pohon berumur 6 tahun hanya bisa menghasilkan 2 pack tissue saja, atau 40 lembar.
Sementara, satu pohon itu bisa menghasilkan oksigen untuk menghidupi 3 orang. Bayangkan berapa jumlah orang disekitar Anda yang menggunakan tissue setiap harinya. Pasti sangat banyak. Sampai saat ini pun Indonesia sudah kehilangan sekitar 72% hutan aslinya, dan semakin hari kerusakan hutan masih tetap berlanjut.
Penggunaan tissue dapat kita minimalisir dengan beralih menggunakan sapu tangan atau handuk. Memang penggunaannya tidak sepraktis memakai tissue yang sekali pakai bisa langsung di buang, sapu tangan harus dicuci agar dapat digunakan kembali. Tapi lihat saja manfaat penggunaan sapu tangan selain mengurangi kerusakan hutan, kita juga membantu mengurangi penumpukan sampah. Jika dilihat dari segi produksinya, menghemat penggunaan tissue dapat mengurangi pemborosan energi dan air saat proses produksi.
Belum lagi dampak negatif lainnya dari segi kesehatan. Contoh, kita kerap menggunakan tissue untuk mengambil atau membungkus makanan, misalnya gorengan, untuk menghindari tangan kotor atau menyerap minyak yang berlebihan pada makanan tersebut. Padahal, zat kimia yang terkandung dalam kertas tissue dapat bermigrasi ke makanan. Seperti pernah dikemukakan Sapto Nugroho Hadi, Departemen Biokimia IPB.
Zat yang disebut pemutih – klor – memang ditambahkan dalam pembuatan kertas tissue agar terlihat lebih putih dan bersih. Zat ini bersifat karsinogenetik (pemicu kanker).
Hal yang sama juga terjadi pada kertas yang lain, entah kertas koran atau majalah, yang sering dipakai untuk membungkus makanan. Kertas-kertas ini mengandung timbal (Pb) yang bisa berpindah kemakanan karena panas makanan. Timbal yang masuk ketubuh akan meracuni tubuh dan menyebabkan beragam gangguan, dari kondisi pucat sampai lumpuh.

sumber : http://www.astalog.com/3809/sejarah-tentang-tissue.htm